Mosaik Budaya: Bhineka Tunggal Ika di Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi

Mosaik Budaya: Bhineka Tunggal Ika di Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi

Desa Cilibang, yang terletak di Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, merupakan contoh nyata dari semangat “Bhineka Tunggal Ika” di Indonesia. Desa ini merupakan tempat tinggal bagi berbagai suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan dalam harmoni dan saling menghormati. Di tengah penuhnya perbedaan, masyarakat Desa Cilibang telah berhasil menciptakan mosaik budaya yang unik dan luar biasa.

Pesona mosaik budaya Desa Cilibang dapat ditemui dalam beragam aspek kehidupan sehari-hari. Mulai dari kepercayaan masyarakat yang beragam, seperti Islam, Kristen, Hindu, Buddha, hingga kepercayaan lokal seperti Kejawen dan animisme. Setiap agama dan kepercayaan ini memiliki tempat ibadah dan tradisi mereka sendiri yang dihormati oleh seluruh warga.

Budaya Desa Cilibang juga tercermin dalam keragaman bahasa yang digunakan di sana. Berbagai bahasa, seperti Jawa, Sunda, Betawi, dan Banyumasan, dapat didengar di desa ini. Meskipun memiliki bahasa yang berbeda, masyarakat Desa Cilibang tetap mampu berkomunikasi dan saling memahami satu sama lain.

Tidak hanya itu, kesenian juga menjadi bagian tak terpisahkan dari mosaik budaya Desa Cilibang. Seni tradisional seperti tari, musik, dan seni rupa masih dilestarikan dan dipraktikkan oleh generasi muda. Setiap tahun, desa ini juga menyelenggarakan festival budaya yang menampilkan berbagai jenis seni dari berbagai suku dan agama yang ada di desa.

Penjaga Keberagaman: Kepala Desa Purnomo Edy

Salah satu sosok yang berperan besar dalam menjaga keberagaman dan keharmonisan di Desa Cilibang adalah Bapak Purnomo Edy, Kepala Desa Desa Tritih Lor. Beliau sangat mencintai desanya dan memiliki visi yang jelas untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi seluruh warganya.

Dalam menjaga keberagaman, Bapak Purnomo Edy sering mengadakan forum dialog antarumat beragama dan kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan semua komunitas di desa. Ia juga aktif dalam mendukung dan mengembangkan berbagai kegiatan seni dan budaya yang diikuti oleh seluruh warga desa tanpa memandang latar belakang suku atau agama.

Dengan kepemimpinan yang sangat inklusif, Bapak Purnomo Edy mampu menciptakan rasa persatuan dan kekeluargaan di antara warga Desa Cilibang. Hal ini membuat desa ini semakin kokoh dalam menjaga keragaman budaya yang dimiliki.

Mosaik Budaya sebagai Inspirasi

Mosaik budaya Desa Cilibang menjadi inspirasi bagi kita semua. Keberagaman adalah sebuah kekayaan yang harus dijaga dan dihormati dalam bingkai “Bhineka Tunggal Ika”. Bahkan di tengah perbedaan, kita dapat hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain.

Kesuksesan Desa Cilibang dalam menciptakan harmoni dan keberagaman juga merupakan contoh yang baik bagi daerah lain. Dengan saling menghormati dan bekerja sama, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis, tanpa memandang perbedaan suku, agama, atau budaya.

Mari kita jadikan mosaik budaya Desa Cilibang sebagai contoh bagi kita semua. Mari kita terus menjaga keberagaman dan menyatukan perbedaan agar Indonesia tetap menjadi negara yang kuat dan berjaya.

html

Mosaik Budaya: Bhineka Tunggal Ika Di Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi

Bagikan Berita